indonesia

Tampilkan postingan dengan label berita oki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita oki. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2009

DANAU TELUK GELAM

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI mencatat, daerahnya memiliki sebanyak 12 wisata alam. Setiap wisata alam tersebut menyimpan kekhasan dan daya tarik tersendiri yang potensial sebagai sumber pendapatan asli daerah.

Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata Kab OKI HM Daud HK melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pariwisata Kamil mengaku, hingga sekarang, pihaknya masih tetap mengunggulkan Wisata Danau Teluk Gelam sebagai objek yang banyak diminati masyarakat.

”Di setiap kabupaten pasti ada salah satu tempat wisata yang diunggulkan. Khusus di Kab OKI, wisata unggulan kita yaitu Teluk Gelam,” katanya di Kayuagung, Minggu (27/1) kemarin.

Dia mengaku, hingga saat ini, masih menginventarisasi wisata yang ada di Kab OKI. Kemungkinan objek wisata di Kab OKI akan terus bertambah. Namun, dirinya belum bisa merincikan di mana lokasi wisata tersebut.

Dia menambahkan, masyarakat cenderung memilih lokasi berwisata di Teluk Gelam, dan dijadikan sebagai tempat berekreasi bersama keluarga. Terkadang masyarakat menyebutnya sebagai wisata konferensi. Kebanyakan pengunjung objekwisata TelukGelam,kata dia, terlihat ramai saat akhir pekan (weekend).

Latar belakang pengunjungnya pun beragam, mulai kalangan PNS, pegawai BUMN, BUMD, hingga mahasiswa yang akan melakukan penelitian dan observasi.

”Biasanya pengunjung akan konferensi pada malam harinya. Aktivitas yang dilakukan pun bermacam-macam, seperti menggelar musik, diskusi,berkumpul di pelataran dan sebagainya,” katanya.

Pada 2008 ini, sambung Kamil, pihaknya akan mulai mengembangkan daerah objek wisata penunjang yang berada di sekitar kawasan Jalan Lintas Timur (Jalintim) dengan melakukan pembenahan sarana dan prasarana.

”Di daerah Jalintim kan adalah daerah tempat keramaian. Jadi, kita fokuskan ke arah itu, seperti di kawasan Pedamaran Timur,” katanya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menunjang keunggulan objek wisata Teluk Gelam.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Promosi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab OKI Nurlina membenarkan jika setiap akhir pekan banyak masyarakat yang berkunjung ke Teluk Gelam menghabiskan waktu untuk melepaskan penat.

Menurut dia, pihaknya terus menyosialisasikan dan memamerkan objek wisata yang ada di Kab OKI, baik di Pulau Sumatera maupun Pulau Jawa. Selain itu, tidak pula mengesampingkan pembangunan sarana dan prasarana pendukung di dalam setiap objek wisata yang ada.

”Ini dilakukan agar objek wisata yang ada di Kab OKI dapat diketahui masyarakat luas hingga ke mancanegara. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, akan mendatangkan pendapatan daerah dari retribusi karcis yang sangat dinanti-nantikan.

Senin, 23 Februari 2009

Polisi-Perampok Baku Tembak

Friday, 20 February 2009
Satu Polisi dan Satu Tersangka Tewas

KAYU AGUNG - Baku tembak terjadi antara polisi dan komplotan perampok di Dusun VI belakang Pasar Jahe, Muara Burnai II, Lempuing Jaya, Ogan Komering Ilir (OKI), kemarin (19/2). Satu anggota Buser Bripda Eko Yulianto tewas, tak lama kemudian gabungan Jatanras Satreskrim dan Intel berhasil memberondong satu tersangka Aswin (26) yang enggan menyerahkan diri hingga terkapar di sebuah kebun warga.

”Adanya anggota kami yang gugur, kami mewakili lembaga korps turut berduka cita. Kami juga bangga atas pengabdian dan keberanian tim untuk menumpas aksi kejahatan,” kata Direskrim Polda Sumsel Kombes Pol Artsianto Darmawan, kemarin.

Terhadap pelaku yang masih kabur, jajaran polda bersama polres setempat terus mengejar pelaku yang masih kabur. ”Kami sudah memerintahkan satu tim gabungan Reskrim, Intel, dan Brimob melakukan pengejaran terhadap dua TSK bernama Edi dan Nur,” tegas Direskrim yang langsung ikut meluncur ke TKP.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun koran ini di tempat kejadian, pada malam itu sebelum terjadi kontak senjata, anggota gabungan Intel dan Reskrim Polres OKI yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Yury Nurhidayat SIk mendapat informasi dari warga atau ada perampokan di rumah korban Rismono (35) pedagang kelontong di Dusun VI, Desa Muara Burnai II. Mendapat laporan tersebut, anggota Buser dan Intel Polres OKI yang berjumlah 12 orang langsung menuju ke lokasi rumah korban untuk melakukan patroli.

Ketika tim gabungan tersebut sampai di tempat kejadian menemukan tanda-tanda mencurigakan, ada tiga orang tak dikenal melakukan kegiatan dengan cara mencongkel pintu dan jendela rumah milik korban Rismono. Saat petugas melakukan pengintaian, pukul 03.00 WIB, salah seorang dari pelaku ada yang mematikan lampu teras rumah korban serta memecahkan neon lampu di bagian belakang rumah.

Karena merasa curiga akhirnya 12 anggota Buser dan Intel langsung merapat ke arah rumah korban Rismono dan langsung melakukan penyergapan. Saat petugas melakukan penyergapan, kemudian tiga pelaku perampokan itu langsung mengeluarkan senjata api dan memuntahkan peluru ke arah 12 anggota polisi.

Merasa diserang dengan tembakan, petugas berusaha membalas sehingga terjadi baku tembak. Karena kondisi malam gelap, akhirnya salah seorang anggota Buser Polres OKI terkena tembakan kawanan tersebut dan jatuh tersungkur dengan posisi tubuh tertelungkup berlumuran darah akibat terkena di bagian dada kanan dan paha kanan.

Saat itu kondisi korban Bripda Eko Yulianto tak sadarkan diri dan akhirnya dibawa ke rumah mantri di desa setempat. Namun belum sempat dilakukan perawatan, di tengah perjalanan, nyawa korban tak bisa diselamatkan dan kemudian langsung dibawa ke RSUD Kayu Agung.

Mengetahui korban Bripda Eko Yulianto terkena tembakan dan tergeletak sekitar 20 meter sebelah kiri rumah korban, Waka Polres OKI Kompol Rendra Salipu SIk langsung mengambil alih dan melakukan penyisiran ke arah belakang rumah.
Setelah melakukan penyisiran sekitar 200 meter dari belakang rumah korban Rismono, tepatnya di kebun karet milik warga, ternyata salah seorang tersangka Aswin (26) warga Desa Cahaya Maju, Kecamatan Lempuing, OKI masih berada di dalam kebun karet tersebut.

Saat itulah petugas berusaha memperingatkan tersangka agar menyerahkan diri. Peringatan petugas tak dihiraukan dan takut buruannya kabur petugas dengan terpaksa membrondong ke arah tersangka. Tersangka tersungkur dan tewas, dengan peluru menembus dada dan kepala.

Sejumlah warga yang ditemui koran ini mengaku takut dengan aksi baku tembak tersebut. ”Saya takut mau keluar rumah, khawatir terkena sasaran tembakan. Saya mendengar puluhan kali berondongan peluru, bahkan istri saya sampai terkencing-kencing,” aku warga bernama Sukadi (55) ini.

Setelah berhasil menembak mati tersangka Aswin, petugas kembali melakukan penyisiran terhadap dalang pelaku perampokan tersebut. Setelah dilakukan penyisiran akhirnya salah seorang dalang atau otak perampokan yang merupakan mata-mata tiga kawanan rampok tersebut atas nama Abas berhasil diringkus petugas saat berada di rumahnya yang tak jauh dari rumah korban Rismono.

Karena saat ditangkap berusaha melarikan diri maka terpaksa tersangka Abas yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga keamaman Rumah Makan Sederhana Muara Burnai II dilumpuhkan dengan timah panas sebanyak dua lubang pada bagian lutut kiri dan kanan.

Dari tangan perampok berhasil diamankan sebanyak dua buah sepeda motor, satu unit senpi rakitan beserta peluru aktif jenis FN sebanyak yang masih aktif sebanyak 4 butir, dua selongsong milik tersangka serta 1 butir proyektil, dua buah HP Nokia 2600.

Tak lama kejadian, baik mayat korban Bripda Eko Yulianto maupun tersangka Aswin langsung di bawa ke kamar mayat RSUD Kayu Agung. Sekitar pukul 11.00 WIB kemarin jenazah korban Bripda Eko Yulianto seusai disembahyangkan di Gedung Tansa Trisna Mapolres OKI Kayu Agung, langsung dibawa ke Desa SP I Sumber Hidup, Kecamatan Pedamaran Timur, OKI dan langsung dikebumikan di pekuburan desa setempat.

”Kawanan perampok tersebut juga pernah merampok korban bernama Yani di Jalan Lintas Timur Desa Muara Burnai II, Kecamatan Lempuing, OKI pada 3 November 2008 lalu sekitar pukul 16.00 WIB dan korban menderita kerugian uang tunai sebesar Rp110 juta,” tegas Artsianto.


Beri Nasihat agar Jaga Diri
Menurut Firma Yustiana (16), adik kandung korban Bripda Eko Yulianto, mengaku tidak ada firasat apapun menjelang kepergian korban. Namun, seminggu sebelumnya, korban pernah menemuinya sekaligus memberikan nasihat agar Firma rajin belajar dan menjaga diri baik-baik.

Dari situlah dia merasa curiga dan aneh dan tidak biasanya kakak kandungnya memberikan nasihat seperti itu. ”Saya heran mengapa kakak saya pesan begitu,” jelas siswa SMAN 3 Unggulan Kayu Agung kepada koran ini, mengenang.

Namun semua keanehan korban saat itu tak dihiraukan. Tiba-tiba, malam sebelum kejadian sekitar pukul 24.00 WIB dia terbangun dari tidur dan langsung ingat dengan korban. Tak lama terbangun dan teringat dengan perkataan korban seminggu lalu itu, kemudian Firma kembali tertidur.

Betapa terkejutnya menjelang pukul 05.00 WIB, dia mendapat telepon dari Bripda Sugiarto yang tak lain kawan sekamar kos dengan korban yang mengabarkan bahwa kakaknya telah meninggal dunia akibat terkena tembakan perampok.

”Mendapat kabar tersebut saya langsung menangis sejadi-jadinya. Karena merasa tidak percaya kalau kakak satu-satunya telah berpulang untuk selama-lamanya,” ujarnya.

Menurut Kasat Reskrim AKP Yury Nurhidayat SIk korban Eko Yulianto adalah sosok yang cerdas, rajin, dan cepat tanggap. ”Dia (korban) dalam leting (angkatan)-nya merupakan anggota yang terbaik,” ujarnya. (38)

Minggu, 22 Februari 2009

Diduga Sembunyi di Perkebunan

Sunday, 22 February 2009
PALEMBANG – Jajaran Direktorat Reskrim Polda Sumatera Selatan bersama tim gabungan Polres Ogan Komering Ilir (OKI), masih mengejar pelaku perampokan yang terlibat baku tembak dengan petugas hingga menyebabkan tewasnya anggota Buser Bripda Eko Yulianto. Bahkan, keberadaan para tersangka mulai diendus oleh tim yang dipimpin oleh Direktur Reskrim Polda Sumsel Kombes Pol Artsianto Darmawan itu.
”Tim gabungan Reskrim, Intel, dan Brimob masih melakukan pengejaran terhadap dua TSK bernama Edi dan Nur. Diduga mereka berada tidak jauh dari lokasi kejadian,” ujar Artsianto Darmawan melalui Kasat I/Pidum Polda Sumsel AKBP Imam Sachroni kepada Sumatera Ekspres di ruang kerjanya kemarin, (21/2).
Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres, tersangka Edi (33) bin Bibor sehari-harinya bekerja di bagian keamanan sebuah perkebunan milik warga bernama Johan. Menurut Imam, istri tersangka Edi yang berprofesi sebagai perawat di daerah setempat, saat ditemui di rumahnya mengaku sama sekali tidak mengetahui keberadaan suaminya.
”Saat kita datangi rumah tersangka, kita bertemu dengan istrinya, namun baik istri maupun keluarganya semua mengaku tidak tahu dimana keberadaan Edi saat ini. Dugaan kuat kita, tersangka Edi dan temannya masih berada di sebuah perkebunan sawit tidak jauh dari lokasi kejadian,” bebernya.
Imam mengimbau para tersangka yang diduga masih memegang senjata api agar menyerahkan diri dengan baik-baik. ”Jika dapat dan tersangka melawan terpaksa kita lumpuhkan,” tegasnya.
Diwartakan sebelumnya, Kamis (19/2) terjadi baku tembak antara polisi dan komplotan perampok di Dusun VI, belakang Pasar Jahe, Muara Burnai II, Lempuing Jaya, Ogan Komering Ilir (OKI). Seorang anggota Buser Bripda Eko Yulianto tewas. Gabungan Jatanras Satreskrim dan Intel berhasil memberondong satu tersangka Aswin (26) yang enggan menyerahkan diri hingga terkapar di sebuah kebun warga.(mg10)

Tiga Hari Buron, Edi Serahkan Diri

Monday, 23 February 2009
ImagePALEMBANG – Sempat buron selama tiga hari, Edi Wahyudi (29) warga Muara Burnai II, Lempuing Jaya, Ogan Komering Ilir (OKI), seorang kawanan pelaku perampokan yang terlibat baku tembak dengan aparat Polres OKI, kemarin (22/2), menyerahkan diri. Ia mendatangi Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) II/Sriwijaya pukul 03.00 WIB dan dijemput aparat Unit Jatanras Direktorat Reskrim Polda Sumsel. Saat ditemui di Pomdam II/Sriwijaya, ayah satu anak itu, tampak segar bugar. Hanya ada luka memar pada bagian kaki, diduga akibat terjatuh saat melarikan diri.Didampingi keluarga angkat dan kuasa hukumnya dari Pos Bantuan Hukum IKADIN Yustinus Joni SH, Purwata Adi SH, dan Himawan Susanto, pria beristrikan perawat itu menceritakan alasan ia menyerahkan diri. “Saya takut ditembak polisi, Pak. Dalam pikiran saya hanya ada anak dan istri,” kata Edi sembari menundukkan kepalanya.Menurut Edi, ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang tewas dalam kejadian baku tembak tersebut. Sebab, suasananya sangat gelap.

“Pokoknya kami tembak saja apa yang ada di depan. Saya tahu ada polisi yang tewas dari keluarga,” ujarnya. Ketakutannya bertambah, saat memilih kabur ke dalam hutan Burnai Laut. Jaraknya sekitar 15 km dari Jalan Lintas Sumatera.
“Saat itu, dalam suasana gelap saya nyeberang sungai dan tiba di Muara Burnai. Tidak banyak yang saya lakukan. Dalam persembunyian itu, saya tidak makan sama sekali. Baru semalam (Sabtu, red) saya makan,” bebernya lagi.
Bagaimana sepak terjang Edi? Menurut pengakuannya, ia belum lama bergabung dengan komplotan perampok yang selalu sadis dalam melakukan aksinya itu. “Sumpah Pak, saya baru kali ini terlibat perampokan. Itu pun saat kami beraksi sudah digerebek dan terjadi baku tembak.”
Kata Edi, aksi perampokan yang mereka lakukan sudah direncanakan sebelumnya. “Siang sudah kami atur semua. Tapi, saat kami beraksi malamnya, ternyata sudah ada polisi yang menunggu. Terjadilah baku tembak tersebut,” bebernya.

Tersangka Edi mengaku senjata api rakitan miliknya diperoleh dari temannya bernama Gun Omet yang tewas dalam baku tembak dengan polisi dalam kasus berbeda. Senpi tersebut ia beli Rp4 juta, namun baru dibayar Rp2 juta. “Senpi ini sebenarnya untuk jago-jago di rumah bae, Pak,” akunya.

Tentang komplotannya sendiri Edi mengaku berjumlah empat orang. “Tiga memiliki senpi rakitan, saya sendiri. Lalu, Nur Bakri alias Abas dan Aswin yang tewas dalam aksi itu. Sementara seorang lagi, Poniman hanya pakai senjata tajam,” terangnya.
Sebelum menyerahkan diri, keberadaan tersangka Edi sudah diketahui oleh seorang kakak angkatnya bernama Rusman (41). Saat itu, Rusman berada di Palembang merawat anaknya di RS Mohammad Hoesin Palembang.
“Saya baca koran, ada tentang kejadian baku tembak di OKI. Tidak berapa lama, saya dapat telepon dari orang tua Edi bahwa yang bersangkutan sekarang jadi buronan polisi terkait kasus baku tembak tersebut. Mereka butuh bantuan saya karena Edi ingin menyerahkan diri. Saya katakan kepada orang tua Edi, pokoknya cari dulu keberadaan Edi nanti akan saya bantu,” terang Rusman kepada wartawan, kemarin.
Rusman lantas memutuskan berangkat ke tempat orang tua Edi. “Saat tiba di Belitang, saya ditelepon pihak polisi dari polres. Katanya saya disuruh ke polres guna dimintai keterangan terkait keberadaan Edi.”
Kepada pihak polres, menurut Rusman, ia akan datang tapi setelah mengantarkan anaknya ke rumah terlebih dahulu. “Tiba di rumah saya berpikir bagaimana supaya Edi bisa pulang selamat dan menyerahkan diri. Saya menghubungi adik saya Serma Hasbi yang bertugas di Pomdam untuk meminta pendapatnya. Ternyata adik saya menyarankan kalau diketemui, Edi dibawa saja ke Palembang,” ungkapnya.
Sabtu malam (21/2) sekitar pukul 19.00 WIB, Rusman bertemu dengan Edi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di kawasan Jamantrans Kabupaten OKI. “Edi langsung saya bawa ke Palembang.”
Serma Hasbi menambahkan, Edi dan Rusman tiba di kediamannya sekitar pukul 02.00 WIB, kemarin. “Karena saya ini prajurit, saya lapor ke kesatuan dan pimpinan. Kemudian Edi baru dibawa ke sini (Pomdam, red) sebelum menyerahkannya ke polisi,” pungkasnya.
Terpisah, Danpomdam II Sriwijaya Kolonel CPM Djuhendi Sukmajati melalui Kepala Pengawas Mayor CPM Jabar kepada wartawan membenarkan soal diamankannya Edi. “Saya sudah lapor dengan Danpomdam dan perintahnya agar serahkan yang bersangkutan ke polisi. Langsung saja saya hubungi Unit Jatanras Direktorat Reskrim Polda Sumsel untuk menjemput tersangka,” jelas Jabar.

Direktur Reskrim Polda Sumsel Kombes Pol Artsianto Darmawan didampingi Kasat I/Pidum Polda Sumsel AKBP Imam Sachroni mengatakan, pelaku merupakan salah satu anggota komplotan perampok yang menyerahkan diri didampingi anggota keluarganya. Sebelumnya, menurut Artsianto tim gabungan yang mencari pelaku sejak Sabtu (21/2) lalu sudah mengimbau pihak keluarga para tersangka untuk menyerahkan diri.

“Tersangka dengan didampingi keluarga angkatnya tadi (kemarin, red) menyerahkan diri. Setelah dilakukan penyelidikan di Polda, secepatnya kita akan serahkan ke Polres OKI untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Artsianto.

Barang bukti senpi rakitan milik tersangka, tambah dia, diduga terjatuh dan hilang. “Kita sedang melakukan penyisiran di lokasi kejadian termasuk tempat tersangka Edi bersembunyi. Apakah pelaku yang menembak anggota belum dapat dipastikan. Yang jelas, tersangka mengaku sempat ikut melepaskan tembakan ke arah petugas yang mengejar.”

Menurut Artsianto, tersangka Edi merupakan pemain lama dan dari mulutnya terungkap sejumlah kasus lain. “Kami masih mengimbau satu pelaku lagi yang belum menyerahkan diri. Kami yakin ia belum jauh karena akses jalan keluar sudah ditutup. Anggota gabungan tetap berada di lokasi. Untuk Poniman, saat ini masih belum teridentifikasi dia terlibat,” ungkapnya.

Seperti diwartakan, peristiwa baku tembak terjadi antara polisi dan komplotan perampok di Dusun VI belakang Pasar Jahe, Muara Burnai II, Lempuing Jaya, Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (19/2). Seorang anggota Buser Bripda Eko Yulianto tewas. Tim gabungan Jatanras Satreskrim dan Intel juga berhasil memberondong satu tersangka Aswin (26) yang enggan menyerahkan diri hingga terkapar di sebuah kebun warga. (mg10/mg18)

Rabu, 21 Januari 2009

Polisi Polres OKI Tembak Lima Perampok

Polisi Polres OKI Tembak Lima Perampok
By agoes
Kamis, 18 Desember 2008 pukul 19:54:00
PALEMBANG --- Anggota Kepolisian Resor Ogan Komering Ilir (Polres OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menangkap kawanan perampok yang sangat meresahkan masyarakat di daerah itu.
Kapolres OKI AKBP Yudhi Faisal Hambali didampingi Komandan Kodim 0402 OKI/OI Letkol Inf Adolf H Simanjuntak Kamis (18/12) menjelaskan, Kamis dinihari sekitar pukul 00.30 WIB tim gabungan Polres OKI yang terdiri dari Reskrim, Intelkam dan Polsek Lempuing Jaya berhasil menangkap pelaku perampokan.
Penangkapan yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Yury Nurhidayat SIK, pertama melakukan penangkapan di sebuah kafe di Desa Hutan Alas Tutupan Lempuing, di kafe tersebut kawanan perampok sedang melakukan pesta minuman keras.
“Di kafe berhasil ditangkap Ahmad bin Surata, 20 tahun warga Belitang BK 2 Desa Yosowinangun Kabupaten OKU Timur, Dwi bin Suryani, 20 tahun warga Desa Kayulabuh Kecamatan Pedamaran Timur, Slamet bin Paiman alias Grandong, 20 tahun, dan Anton Setiawan bin Ngatimun, 20 tahun serta Feri bin Subardi, 20 tahun. Ketiganya warga Desa Lubuk Seberuk Lempuing Jaya OKI,” ujar Yudhi Faisal.
Dari lima kawanan perampok tersebut empat orang berusaha melarikan diri sehingga polisi berhasil melumpuhkan dengan timah panas. Satu orang tersangka, Feri tidak melarikan diri.
Anggota Polres OKI lalu melakukan pengembangan dan malam itu juga, berhasil ditangkap tiga orang kawanan perampok, yaitu Sobri bin Supriyatno, 19 tahun, Widiarto bin Sugeng, 22 tahun dan kakaknya Joko bin Sugeng, 27 tahun serta Subari alias Petak, 25 tahun, yang semuanya warga Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Lempuing. Saat melakukan penangkapan, tersangka Widiarto berusaha melarikan diri sehingga terpaksa ditembak petugas di kainya.
Dari penangkapan tersebut menurut Kapolres OKI, lima tersangka tertembak dan berhasil disita barang bukti dari tangan tersangka, tiga pucuk senjata api rakitan, dua senjata tajam, tiga buah ponsel, 11 amunisi, lima linting ganja, dan uang tunai sebesar Rp 1.835.000.
“Para perampok ini rata-rata berusia muda, dibawah 25 tahun. Dalam aksinya para tersangka ini diduga kuat telah melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) atau diancam dengan pasal 365 KUHP,” ujar Yudhi Faisal.
Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi di lapangan, para tersangka ini sudah melakukan curas di beberapa tempat seperti, di SP 5B Lempuing Jaya pada 17 Desember 2008 atas korbannya bernama M Juri yang mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta.
Kemudian, di SP 6 Lempuing Jaya pada 16 November 2008 dan yang menjadi korbannya adalah Ketua KUD SP 6 bernama Musiman yang mengalami kerugian sekitar 347 juta, serta melakukan perampokan di Desa Tugu Jaya Lempuing pada 13 November 2008 dengan korban bernama Lukman serta kerugian satu unit sepeda motor Honda Tiger dan Yamaha Bega R, ponsel dan uang tunai sebesar Rp 2 juta.
Untuk mengungkap kasus ini lebih lanjut, menurut Yudhi Faisal, polisi sedang melakukan pengembangan terhadap kasus perampokan ini karena diduga masih ada tersangka lain yang belum ditangkap termasuk tersangka Joko bin Sugeng.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini tersangka lain yang diduga terlibat dalam aksi perampokan ini akan segera ditangkap. Saat ini kita sedang melakukan pengambangan,” tambah Kapolres OKI.