indonesia

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2009

PUSRI JAMIN STOK PUPUK AMAN


PALEMBANG – Memasuki musim tanam (MT) April-September (Asep)stok pupuk urea bersubsidi di gudang-gudang PT Pusri hingga ke lini III, aman. Persediaan urea bersubsidi ini dilakukan lebih awal mengingat April akan berlangsung Pemilu Legislatif.
‘’Begitupun dengan penyaluran, sudah tidak ada masalah lagi. Seluruh perangkat sudah siap, mulai dari distributor, pengecer, jumlah petani, kelompok petani hingga kebutuhan pupuk yang sesuai RDKK,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Eppy Mirza didampingi Area Manager Pemasaran Pusri Daerah, (PPD) Sumsel, Sulfa Ganie kemarin.
Sulfa menjelaskan, alokasi pupuk di daerah ini mulai April disiapkan sekitar 24.225 ton. Angka ini telah melebihi SK Mentan untuk Sumsel yang ada pada kisaran 18.000 ton. Persediaan ini akan dialokasikan kepada 357.148 petani yang tergabung dalam 10..494 kelompok tani dengan luas areal tanam 946.210 hektar lahan.
Sementara penyerapan pupuk hingga Maret 2009, sekitar 52 persen atau 20.769 ton dari kuota SK Mentan No 05/Permentan?OT.140/ 2009, sebanyak 42.259 ton. “ Petani tidak perlu khawatir untuk menghadapi musim tanam kering tahun ini. Sebab sisa stok yang ada saja masih 50 persen, sementara persediaan untuk MT Asep (Aprril September) juga telah kita siapkan,” katanya.
Menurut dia awal Januari hingga akhir Februari total pupuk yang tersalurkan mencapai 14.745 ton kemudian awal hingga pertengahan Maret sebanyak 6.025 ton. ‘’Angka itu disalurkan melalui enam gudang yang ada di Sumsel,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, untuk gudang Bagor Palembang tersalurkan sebanyak 5.936 ton ke wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Prabumulih, kemudian gudang Naskah untuk wilayah Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin serta Banyuasin sebanyak 4.255 ton, gudang Kurungan nyawa 3.492 ton, Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu 3.469 ton, gudang Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas 1.375 ton, serta gudang Lahat meliputi Pagar Alam, Muara Enim sebanyak 2.243 ton.
Sulfa juga menyebutkan, penyaluran pupuk di Sumsel hingga saat ini sudah mencapai dua kali lipat lebih dari ketentuan stok SK Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) N0 03/2009 sebesar 9.037 ton. ’Kami yakin penyaluran pupuk subsidi tahun ini akan sesuai dengan rencana kebutuhan pupuk sesuai sk mentan tersebut sebanyak 223.000 ton,’’ katanya.
Sedangkan untuk musin tanam kedua atau untuk April –September stok pupuk dalam posisi semula dan aman yakni sebanyak 23.713,56 ton sama dengan posisi stok 24.225,57 ton. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Eppy Mirza mengungkapkan, selama ini penyaluran pupuk bersubsidi di Sumsel aman. Pihak Pemprov Sumsel, katanya sudah membentuk KP3 (Kordinator Pengasawan Penditribusian Pupuk yang terdiri dari beberapa unsur terkait, mulai dari kepolisian hingga produsen.

DARI COKELAT UNTUK PEMILU

JAKARTA - Grup band Cokelat mengukir sejarah. Sebagai bukti nasionalisme yang tinggi, band beranggota Kikan (vokal), Ernest (gitar), Ervin (drum), Erwin (gitar), dan Ronny (bas) itu merilis lagu untuk Pemilu 2009.Tujuan utama dirilisnya lagu 5 Menit untuk 5 Tahun itu adalah mengimbau agar semua pihak tidak golput. Dia meminta agar semua yang berhak menggunakan hak pilihnya.Menurut Ronny, banyak remaja sekarang yang skeptis alias acuh tak acuh terhadap pemilu. Itu tidak boleh dibiarkan. “Dan yang paling menyedihkan adalah orang di Indonesia lebih perhatian pada pemilihan presiden di negara yang jauh itu. Yang cuma dua orang calon presidennya, yang salah satunya katanya anak Menteng (Obama, red),” sindirnya saat rilis album di Komisi Pemilihan Umum (KPU), kemarin (18/3).Gaya permainan Cokelat yang sangat ngeband tidak ditinggalkan, meski lagu tersebut untuk negara. Meski begitu, menurut Erwin, lagu itu sudah disesuaikan agar tidak cenderung pada kelompok atau aliran musik tertentu. “Kami ada pengalaman merilis album Untukmu Indonesiaku,” jelas Erwin, sang pencipta lagu.

Lagu tersebut juga diklaim KPU sebagai tema lagu pemilu pertama sepanjang sejarah Indonesia. Lagu itu dikerjakan dalam tempo dua bulan, diberikan kepada KPU, lalu disetujui.
Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary tampak sumringah saat peluncuran lagu bertema pemilu itu. Dia menyatakan sangat mengapresiasi lagu yang dibuat Cokelat tersebut. “Ini yang pertama pemilu ada lagu dari anak muda. Mudah-mudahan pesan ini bisa diterima anak muda agar ikut berpartisipasi dalam pemilu,” harapnya.
Lagu tersebut dirilis secara single alias tanpa album. Hanya diperjualbelikan dalam bentuk digital. Meski demikian, lagu pemilu itu akan dibuat klip video serta diputar di sejumlah radio dalam waktu dekat.

Rabu, 21 Januari 2009

Hari Ini, Start Berobat Gratis

Hari Ini, Start Berobat Gratis

PALEMBANG – Program Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta, baru akan launching 27 Januari 2009. Hanya saja, program yang meng-cover sekitar 4 juta penduduk tersebut, mulai hari ini (22/1), resmi berlaku. Pendek kata, seluruh puskesmas pembantu (pustu), puskesmas, dan rumah sakit jejaring sudah harus membuka layanan berobat gratis.Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Drs H Musyrif Suwardi MM, menegaskan hal itu, kepada wartawan, kemarin (21/1). “Mulai besok (hari ini, red), masyarakat silakan berobat gratis ke pustu, puskesmas maupun rumah sakit jejaring yang ada di seluruh Sumsel,” ungkap Musyrif. Menurut Musyrif, semua hal terkait program Jamsoskes Sumsel Semesta tertuang dalam pedoman pelaksanaan yang diteken Gubernur Sumsel 22 Desember 2008. Termasuk, pada lampiran Keputusan Gubernur No 853/KPTS/Diskes/2008. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumsel dr Zulkarnain Noerdin melalui Sekretaris Dinkes dr Rozali H Ahmad Rozali N MBA MEpid mengatakan, seluruh puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di kabupaten/kota dilibatkan.
Kecuali, RS Tipe C. Masing-masing, Ogan Ilir, Banyuasin, Empat Lawang, OKUS, dan OKUT. “Warga lima kabupaten itu, dapat berobat ke rumah sakit terdekat meskipun itu di kabupaten lain. Mereka harus teken MoU (Memorandum of Understanding),” jelas Rozali.
Ia menjelaskan alur berobat warga dimulai dari puskesmas pembantu (pustu) di desa. Nah, jika tidak ada pustu, bisa mendatangi puskesmas yang ada di tingkat kecamatan.
Bagaimana kalau puskesmas tidak sanggup? Kata Rozali, pasien dapat dirujuk ke RS jejaring yang ada di kabupaten/kota. Kalau masih tidak sanggup juga, baru dibawa ke RS Ernaldi Bahar dan RSMH. “Jika di Sumsel tidak mampu, maka akan kita rujuk ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) atau RS Harapan Kita di Jakarta.”
Dikatakan, untuk bisa mendapatkan pelayanan berobat gratis, warga tinggal membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau KK (Kartu Keluarga) atau surat keterangan domisili di Sumsel. Selain itu, warga tersebut memang tidak punya jaminan pemeliharaan kesehatan seperti Askes PNS, Jamkes TNI/Polri, Jamkes sukarela (swasta), Jamkesmas, maupun Jamsostek.
Yang perlu menjadi acuan bagi pustu, puskesmas maupun RS jejaring dan RS rujukan adalah pelayanan kesehatan yang dibatasi serta pelayanan kesehatan yang tidak dijamin dalam program Berobat Gratis. Rozali mengatakan, setidaknya ada lima layanan yang dibatasi. Yaitu layanan kacamata. Hanya diberikan dengan lensa koreksi minimal +1/-1 dengan nilai maksimal Rp150 ribu berdasarkan resep dokter.
Kemudian, layanan intrap ocular lens (IOL) diberi penggantian sesuai resep dokter spesialis mata, alat bantu dengar diberi penggantian sesuai resep dokter THT. Lalu layanan alat bantu gerak (tongkat penyangga, kursi roda dan korset) diberikan sesuai resep dokter dan disetujui direktur rumah sakit atau pejabat yang ditunjuk dengan mempertimbangkan alat itu memang dibutuhkan untuk mengembalikan fungsi dalam aktivitas sosial peserta, pelayanan penunjang diagnostik canggih. Pelayanan ini diberikan pada kasus life saving dan kebutuhan penegakkan diagnosa yang sangat diperlukan melalui pengkajian dan pengendalian oleh Komite Medik “Dibatasi sepanjang pemilihan alat berdasar ketentuan dan ketersediaan alat tersebut di daerah,” bebernya lagi.
Harus diketahui pula, ada delapan layanan yang tidak dijamin dalam program Berobat Gratis. Ke delapan program itu adalah pelayanan yang tidak sesuai prosedur dan ketentuan misalnya tidak punya KTP atau KK Sumsel. Berikut, layanan bahan, alat dan tindakan yang bertujuan untuk kosmetik, layanan general check up, layanan prothesis gigi tiruan, layanan pengobatan alternatif (misalnya akupuntur, pengobatan tradisional) dan pengobatan lain yang belum terbukti secara ilmiah.
Ada pula layanan pemeriksaan, pengobatan dan tindakan dalam upaya mendapatkan keturunan, termasuk bayi tabung dan pengobatan impotensi, pelayanan kesehatan pada masa tanggap darurat bencana alam dan pelayanan kesehatan yang diberikan pada kegiatan bakti sosial. “Untuk tanggap darurat biasanya ‘kan ada posko, termasuk pada kegiatan bakti sosial,” bebernya.
Terpisah, Kadinkes Kota Palembang, dr Gema Asiani MKes menegaskan, di Palembang selain RS Muhammadiyah, RSI Siti Khadijah dan RSUD Baru milik Pemkot ada sejumlah RS khusus yang menjadi rujukan. Yaitu RS Erba, RS khusus mata, RS kusta Sungai Kundur, dan RS paru.
Lainnya? Kata Gema, RS RK Charitas, RS Pusri, RS Pertamina, Boom Baru, dan RS Sriwijaya Eye Center (SEC) tidak ikut dalam program pemerintah tersebut. “Sebenarnya sudah diusulkan agar ikut. Kita sampaikan pada saat pertemuan. Tapi, baru tiga rumah sakit (Muhammadiyah, Bari, Khadijah) yang bersedia,” ungkap Gema. “Kita berharap rumah sakit yang lain ikut program ini,” kata Gema lagi.
Nah, memantapkan hari pertama pengobatan gratis kemarin pagi Dinkes kota menggelar rapat bersama seluruh kepala puskesmas di wilayah Palembang di kantor Bappeda kota. Intinya, kalaupun nanti petugas Puskesmas menarik karcis, namun mereka wajib mencatat nama dan alamat termasuk no KTP pasien berobat program Jamsoskes.
“Data itulah yang akan digunakan pihak puskesmas untuk melakukan klaim pembayaran ke Dinkes kota tiap bulannya. Melalui dana sharing, Pemkot Palembang-Pemprov Sumsel,” tandasnya.
Sekadar diketahui, launching berobat gratis akan dilakukan 27 Januari sekitar pukul 15.00 WIB. Selain Menteri Kesehatan (Menkes) Hj Siti Fadilah Supari, akan hadir Ketua DPR-RI Agung Laksono.
Rencana layanan dalam program Jamsoskes Sumsel Semesta, untuk berobat gratis di poskesdes/pustu meliputi sunat, tindakan IGD, persalinan, rawat jalan, pelayanan KB, dan pemeriksaan gigi. Tingkat puskesmas mencakup sunat, tindakan IGD, persalinan, rawat jalan, rawat inap, pelayanan KB, pemeriksaan gigi, dan transport pemulangan jenazah.
Sedangkan rencana layanan berobat gratis di RS berupa sunat, tindakan IGD, persalinan, rawat jalan tindak lanjut, rawat inap, pelayanan KB, pemeriksaan gigi, transpor emergency dan transpor pemulangan jenazah.
Untuk keperluan tersebut, pemprov menyiapkan sharing Rp159.919.366.000, sedangkan 15 kabupaten/kota sebesar Rp81.061.214.000. Saat ini, Rp60 miliar—jatah tiga bulan—dari dana tersebut sudah ditransfer ke seluruh daerah.

Selasa, 20 Januari 2009

Delapan Orang Diancam Hukuman Mati




Selain Teroris, juga Bunuh Dago Simamora
Wednesday, 21 January 2009

JAKARTA – Para teroris Palembang dibayangi hukuman berat atas perbuatannya. Setelah tiga anggota jaringan diancam hukuman mati, kemarin (20/1), lima anggota yang lain juga menghadapi ancaman hukuman serupa. Hanya dua di antara 10 anggota jaringan yang diancam hukuman lebih ringan, yakni 15 tahun penjara.Lima anggota jaringan tersebut adalah Abdurrahman Taib alias Musa, Ki Agus Muhammad Toni, Sugiarto alias Sugi Cheng, Agustiawarman alias Bukhori, dan Heri Purwanto alias Abu. Mereka menyusul terdakwa Mohammad Hasan bin Saynudin alias Fajar Taslim, Ali Masyhudi alias Zuber, dan Wahyudi alias Piyo yang lebih dulu disidang tanggal 13 Januari lalu.Lima teroris yang dipisah dalam dua berkas tersebut didakwa pasal berlapis. Melanggar pasal 15 jo pasal 6 dan pasal 15 jo pasal 7 Perppu RI No 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang telah ditetapkan menjadi UU No 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perppu 1/2002 menjadi UU. ”Ancaman hukuman maksimal adalah hukuman mati karena menimbulkan suasana teror di masyarakat,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Totok Bambang dalam pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin (20/1).
Sementara itu, dua anggota jaringan lain, Ani Sugandi alias Abdullah Huzair dan Sukarso Abdillah alias Abdurohman, didakwa dengan pasal 13 huruf b dalam undang-undang yang sama dengan ancaman 15 tahun penjara. ”Mereka hanya mengetahui rencana pembunuhan, tapi tidak melapor ke pihak yang berwajib,” kata jaksa. Sepuluh teroris tersebut adalah hasil penangkapan Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri akhir Juni 2008 lalu.
Didampingi tim penasihat hukumnya, Asludin Hatjani SH dkk, Abdurrahman Cs menyimak dakwaan JPU dan mendengarkan eksepsi dari penasihat hukum mereka secara bergantian. JPU mengungkapkan para, terdakwa terlibat dalam pemufakatan jahat, yakni percobaan melakukan tindak pidana terorisme.
Rencana itu adalah pengeboman kafe Bedudal di Bukittinggi, seperti yang disampaikan Abdurrahman Taib. Namun, peledakan bom itu gagal dilaksanakan karena beberapa perempuan di dalam kafe berkerudung.
Selain itu, Abdurrahman Taib bersama Agustiawarman dan Oloan Martua Harahap pada 2004 lalu menggagas pembentukan organisasi Fakta (Forum Anti-Gerakan Pemurtadan) cabang Sumatera Selatan. Tujuan utamanya, menghadang setiap kegiatan pemurtadan dan mengaktifkan kegiatan dakwah Islam.
Pada Agustus 2006, Abdurrahman mengundang kelompok taklim yaitu Agustiawarman, Heri, Oloan Martua Harahap (buron), Fajar Taslim, Wahyudi, Yosi, Abum, Ani Sugandi, dan Sukarso untuk hadir pada pertemuan di daerah Kebun Karet Km 20 di Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Pertemuan itu berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB tanpa penerangan.
Dalam pertemuan tersebut, Abdurrahman membuka pembicaraan terkait rencana pembunuhan terhadap pendeta Muhammad Nurdin dan pendeta Walean di Jakarta. Selain menetapkan Abdurrahman sebagai ketua, malam itu juga dilakukan baiat.
Dua minggu kemudian, Wahyudi dan Heri diutus ke Jakarta untuk mengecek keberadaan pendeta M Nurdin dan Walean, namun karena kedua pendeta itu sudah pindah alamat, rencana pembunuhan pun batal. Setelah itu, berangkat dari Palembang, Oloan dan Heri menyusul Wahyudi dan Heri ke Jakarta.
Pada September 2006, Oloan dan Sugiarto kembali ke Palembang. Lalu target mereka berubah, yaitu mencari pendeta Yosua yang dituding sering memurtadkan umat Islam dan beberapa kali melecehkan umat Islam.
”Fajar Taslim berangkat ke Jakarta membantu Wahyudi, karena Heri Purwanto pulang ke Palembang karena sakit. Wahyudi cepat mendapatkan tempat pendeta Yosua di Bekasi. Wahyudi berpura-pura ingin masuk agama Kristen. Setelah pendeta Yosua dan Wahyudi saling mengenal, Wahyudi mendapat informasi langsung bahwa pendeta Yosua akan berangkat ke Bandung. Wahyudi Cs ikut ke Bandung. Dalam perjalanan itulah percobaan pembunuhan terjadi,” beber JPU.
Gagal mengeksekusi pendeta Yosua, Abdurrahman membaiat Ki Agus M Toni dan Ali Masyhudi. Pada 2006, jemaah taklim pimpinan Abdurrahman beranggotakan Fajar, Agustiawarman, Sugiarto, Wahyudi, Heri, Ki Agus, dan Ali mengadakan pertemuan di Lempuing, OKI. Di sana mereka bertemu dengan Sabit alias Sugeng yang berasal dari Jawa Tengah, yang dikenalkan oleh Ani Sugandi.
Nah, Juni 2007, jaringan teroris Palembang juga melakukan pembunuhan terhadap Dago Simamora, guru SMP di Palembang. Ide untuk menembak korban disampaikan Hasan saat mendengar informasi tentang perilaku Dago Simamora yang menyinggung siswi yang mengenakan jilbab. ”Ki Agus Muhammad Toni ditetapkan sebagai eksekutor,” kata jaksa. Tembakan diarahkan ke kepala Dago Simamora.
Menanggapi dakwaan JPU, Asludin Hatjani, kuasa hukum para terdakwa dalam eksepsinya menyatakan bahwa PN Jaksel tidak berwenang mengadili perkara tersebut. Mereka mengacu pada pasal 84 ayat (1) KUHAP. ”Kalau perkara ini mau diadili, seharusnya di Palembang dan Kayu Agung. Itu sesuai locus delicate-nya (tempat kejadian perkara, Red),” kata Asludin. Karena itu, mereka menilai dakwaan JPU harus batal demi hukum.
Sementara itu, Agustiawarman Amd IP SH, seorang dari 10 terdakwa teroris membuat surat pernyataan pengunduran diri sebagai PNS, dengan jabatan staf seksi bimbingan klien dewasa Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palembang. Surat tersebut ia tujukan kepada Menteri Hukum dan HAM RI, melalui Kepala Bapas Kelas I Palembang. Agus melampirkan fotokopi SK Capeg, SK PNS, SK terakhir, DP3, dan surat pernyataan pengunduran diri yang ditandatanganinya di atas materi 6.000.
”Saya mengundurkan diri agar saya dan keluarga tenang. Begitu juga biar institusi saya mudah melakukan proses pemberhentiannya,” ujar Agustiawarman kepada Sumatera Ekspres di PN Jakarta Selatan, kemarin.
Lain halnya dengan Fajar Taslim, pria asal Singapura yang merupakan anggota Jamaah Islamiyah (JI) itu mengaku bersyukur bisa melaksanakan syariat Islam. Dia tampak tenang dan tubuhnya harum semerbak. ”Memang mujahid (orang yang berjihad) itu, harum...,” selorohnya.

Senin, 19 Januari 2009

Indonesia Jadi Produsen Gas Terbesar

Indonesia Akan Segera Jadi Produsen Gas Terbesar

JAKARTA - Masa oil boom bagi Indonesia sudah berlalu dua dekade silam. Namun, zaman keemasan itu diperkirakan bisa terulang. Wakil Presiden Jusuf Kalla optimistis Indonesia segera kembali menjadi kekuatan ekonomi berbasis energi di dunia. Tapi, komoditasnya bukan minyak bumi seperti era 1980-an, namun gas.
“Saya optimistis Indonesia berjaya sebagai produsen gas alam cair terbesar di dunia. Satu dekade ke depan adalah masa Indonesia mengekspor gas. Saya yakinkan itu pada Anda,” ujar Jusuf Kalla ketika membuka konferensi dan pameran internasional Forum Indogas 2009 di Jakarta Convention Center kemarin (19/1).
Hadir dalam kesempatan itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Iin Arifin Takhyan, serta sejumlah pebisnis migas nasional dan internasional.
Kalla menegaskan, lapangan gas yang potensial untuk menjadikan Indonesia sebagai negara surplus energi, antara lain, Tangguh, Natuna, Selat Makassar, Masela, dan Senoro. Sejauh ini, lapangan gas yang telah dieksplorasi adalah Sumatera (Aceh, Jambi, Riau), Kalimantan (Bontang), dan Jawa (Cepu dan Laut Jawa).
Menurut data Departemen ESDM, potensi cadangan gas Indonesia tercatat 190 triliun kaki kubik (TCF).
Sekitar 140 TCF merupakan cadangan terbukti dan baru 90 TCF terikat komitmen kontrak.
Eksploitasi ladang gas sudah dilakukan sejumlah perusahaan multinasional hampir separo abad. Dari Lapangan Arun dan Bontang, Indonesia bisa mengekspor gas ke Jepang dan Korea. Meski demikian, kedua lapangan itu diakui sudah menua sehingga tak bisa digenjot sebanyak dulu. “Tanpa investasi baru, kita tidak bisa memproduksi dan mengekspor gas,” katanya.
Pada era 1970 sampai 1980-an yang dikenal dengan era oil boom, minyak bumi pernah menyumbang 90 persen pendapatan ekspor. Dengan kebutuhan energi dunia yang terus meningkat, posisi tawar Indonesia akan kembali meningkat.
“Bila industri asing menggunakan gas Indonesia, industrinya harus dibawa mendekat ke sumber gas. Jadi, mereka harus datang untuk berinvestasi di Indonesia. Bukan seperti sekarang, kita yang kirim gas ke luar negeri,” jelasnya.
Selain mengekspor gas alam cair, Indonesia menggunakan sebanyak-banyaknya gas untuk industri dalam negeri. “Selain devisa dari penjualan ekspor, bangkitnya industri dalam negeri akan menyerap tenaga kerja lebih banyak,” katanya.
Di dalam negeri sendiri, kebutuhan pupuk yang mencapai tujuh juta ton per tahun memerlukan kontinuitas pasokan gas. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan gas alam dengan program konversi bahan bakar minyak untuk retail dan pembangkit listrik. “Kebutuhan gas untuk domestik dan ekspor cukup tinggi,” ujarnya.
Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif, baik fiskal maupun kebijakan pendukung investasi lain, kepada investor. “Saya yakinkan Anda, kebijakan di Indonesia akan menguntungkan negara dan Anda sebagai operator. Kita punya kebijakan yang bagus. Jangan ragu untuk investasi di sini,” bujuk Kalla.